Seba Baduy, Tradisi Silaturahmi Berjalan Kaki yang Penuh Makna
Setiap tahun, ribuan warga Baduy berjalan kaki membawa hasil bumi untuk bersilaturahmi dengan pemimpin daerah. Tradisi ini menjadi simbol persaudaraan dan rasa syukur.

Seba Baduy adalah tradisi tahunan masyarakat Baduy untuk bersilaturahmi dengan pemerintah, yang mereka sebut sebagai bapak gede. Tradisi ini digelar setelah masa panen dan rangkaian adat Kawalu selesai.
Perjalanan yang Mengajarkan Kesabaran
Peserta Seba, terutama dari Baduy Dalam, menempuh perjalanan dengan berjalan kaki tanpa alas kaki dari kampung mereka menuju Rangkasbitung untuk bertemu Bupati Lebak, lalu melanjutkan ke Kota Serang untuk bertemu Gubernur Banten. Perjalanan panjang ini dijalani dengan tenang dan penuh kebersamaan.
Hasil Bumi sebagai Tanda Syukur
Dalam Seba, warga Baduy membawa hasil bumi seperti pisang, gula aren, talas, dan beras. Persembahan itu bukan upeti, melainkan simbol rasa syukur atas panen dan ungkapan persaudaraan. Mereka juga menyampaikan pesan agar alam, khususnya hutan dan sungai di sekitar wilayah adat, tetap dijaga.
Seba mengingatkan bahwa silaturahmi adalah jembatan yang menyatukan adat dan pemerintahan.
Magnet Budaya Banten
Kini, Seba Baduy juga menjadi agenda budaya yang dinanti masyarakat luas. Ribuan orang menyambut iring-iringan warga Baduy di sepanjang jalan. Tradisi ini menunjukkan bahwa Banten memiliki warisan budaya hidup yang terus dirawat dengan bangga.


